Oleh: nthie | Agustus 6, 2008

Tulisan Buat Bapakku

“Perjalanan hidup memang sangatlah berat
tuk melepas beban yang begitu mengikat”
Sepenggal lagu ST 12 ini mengingatkan aku pada perjalanan hidupku, dilahirkan dari keluarga besar sederhana, membuat aku harus hidup prihatin. Sejak kecil, begitu banyak keinginan masa kecilku yang hanya bisa aku pendam dalam hati karena ketidak mampuan ekonomi untuk bisa memenuhi semua kinginan keccil itu. Dibesarkan disebuah kampung pesisir kecil diwilayah ujung timur sulawesi tengah, membuat aku begitu akrab dengan laut.
Meskipun orang tuaku bukanlah nelayan tetapi aku tidak asing dengan kehidupan laut,seperti kebanyakan anak-anak nelayan lainnya masa kecilku kuhabiskan dengan bermain dilaut, memancing, mancari kerang, bertani rumput laut atau sekedar bermain pasir adalah permainan kami saat kecil,
Seperti telah aku ceritakan di atas meski hidup ditengah-tengah kampung nelayan, mata pencaharian orangtuaku bukanlah nelayan, bapak adalah seorang pegawai rendahan dikantor kecamatan, sementara ibu seorang ibu rumah tangga biasa, dengan gaji pas-pasan orang tuaku menghidupi delapan orang anaknya. Mengingat perjuangan bapak hingga kini aku masih sering menangis, sampai akhir hayatnya bapak harus menjalani hidup dengan penuh keprihatinan. Yang membuat aku bangga dengan bapak adalah keinginan kuatnya untuk dapat menyekolahkan kedelapan anaknya meski harus banting tulang kerja keras agar bisa membiayai sekolah kami,
ada pesan bapak yang terus menjadi motivasiku hingga kini bahkkan untuk memotivasi anak-anakku kelak, “bapak tidak punya apa-apa untuk ditinggalkan, tidak punya warisan, tidak punya harta, yang bapak bisa lakukan adalah menyekolahkan kalian sampai usaha terakhir bapak, karena itu bekal yang bapak bisa berikan untuk kehidupan kalian kelak tinggal bagaimana kalian bisa memanfaatkan itu semua”, perkqtaan itu terus meneruss yang bapak lakukan ketika terkadang kita malas untuk sekolah.
dan ternyata bapak memang benar. 20 tahun setelah kepergian bapak mengahdap Ilahi, kami kedelapan anak-anaknya bisa hidup mandiri, meski tidak mewah tetapi kami telah bisa hidup berkecukupan.
Aku terkadang menyesali kenapa bapak begitu cepat pergi sebelum bisa menikmati hasil kerja kerasnya, tapi Allah maha adil, pada saat aku menjalani kehidupanku sepeninggal bapak dengan kehidupan yang cukup keras untuk bisa menggapai semua angan dan cita-citaku, dan cita-cita bapak, bapak sudah dapat beristirahat dengan tenang di haribaanNya, tanpa harus pusing untuk memikirkan biaya sekolah kami, sudah cukup perjuangan bapak selama ini, kerja keras yang ia lakukan setiap hari tanpa kenal lelah tidak sedikitpun dapat dinikmatinya dengan tenang, tapi aku yakin, saat ini bapak bangga dapat melihat anak-anaknya bisa hidup layak dari perjuangannya. Saat ini hanya dapat memanjatan beribu do’a semoaga Allah yang Maha Sempurna bisa memberikan tempat yang layak disisNya, bisa membalas semua perjuangan bapak sebgai bentuk tanggung jawabnya pada keluarganya, karena aku yakin dengan Janji Allah untuk bisa menerima amalan bapak mellui do’a tulus dari anak-anaknya.
Dibagian lain aku akan bercerita tentang perjuangan ibuku meneruskan cita-cita bapak untuk bisa membesarkan kami dan mengantarkan kami untuk menggapai cita-cita

I Luv U Dad,
Sampai kapanpun aku selalu menintaimu, engkau adalah guru pertama yang mengajarkan aku tentang kehidupan selain ibuku,
Semoga disisi Ilahi Rabbi engkau mendaptkan tempat terindah
karena aku yakin perjuanganmu mengantarkan kami untuk bisa menjadi manusia seutuhnya adalah jihad terindah
amiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: