Oleh: nthie | Juni 17, 2008

ANAKKU

Akhirnya…ya akhirnya utuhlah saya sebagai wanita, rasa bahagia dan amazing (luar biasa) begitu memuncak tatkala mendapati bulan-bulan berlalu tanpa mendapati “tamu bulanan” khas wanita.

ya.. saya hamil, suatu yang selama ini hanya saya dengar dari cerita ibu dan teman-teman sesama wanita, pun suatu hal yang selama ini saya anggap lumrah terjadi pada makhluk Allah SWT bernama wanita. Sesuatu yang sudah biasa terjadi, namun bagi saya menjadi suatu hal yang teramat luar biasa. Tak habis dalam fikiran saya bagaimana mungkin rahim yang sedemikan sempit ini bisa tumbuh sedikit demi sedikit, perlahan-lahan menjadi tempat hidup seorang calon manusia. bahkan selama sembilan bulan si calon manusia itu hidup nyata didalamnya. darinya lahir generasi penerus kehidupan.

Dibulan pertama sampai ketiga sicalon manusia itu terasa tenang. saya bertanya-tanya proses apa yang terjadi padanya saat ini. hingga kadang-kadang perut jadi mual, muntah-muntah, mudah lelah dan lain sebagainya. Bahkan seringkali diringi permintaan yang aneh-aneh “ngidam” namanya sebuah proses yang sering tidak bisa dijabarkan secara ilmiah. apalagi jika ngidamnya super aneh. dan semuanya diatasnamakan “bawaan sibayi” Benarkah demikian? “Duh maafkan ibumu nak, jika keberadaanmu sering dikambinghitamkan atas permintaan yang aneh-aneh itu”

Pada bulan keempat ada sesuatu yang mendebarkan, saya menantisaat-saat istimewa pada bulan ini, bukankah pada bulan keempat ini Allah membuat perjanjian berat dengan manusia? “Dan ingatlah ketika Tuhan-Mu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari Zulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman “Bukankah Aku Tuhanmu?, mereka menjawab “Betul (engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Kami lakukan yang demikian ini agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan “Sesungguhnya kami bani adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Ke-esaan Tuhan)” Q.S Al-A’raf -127

Hati saya bergidik ngeri, nak…! begitu agung dan berat perjanjian yang kau buat dengannya diusiamu yang sedemikian dini. dan perjanjian itu menjadi amanah besar bagi ibumu, bagi ayahmu, bagi kami kedua orang tuamu. “Tidaklah anak yang dilahirkan itu kecuali telah membawa fitrah (Kecenderungan untuk percaya kepada Allah) Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikan anak tersebut beragama yahudi, nasrani atau majusi (Riwayat Bukhari-Muslim)

Inilah amanat berat itu nak…..Sungguh kau adalah calon manusia yang berhak mengetahui kebenaran, kau adalah calon manusia yang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. tapi…mampukah ibumu ini memberikanmu kelak?.. mampukah ibumu ini membimbingmu nanti?, oleh karena itu maafkan ibumu nak, jika dengan segala keterbatasan ilmu yang ibu miliki tidak cukup bisa mengajarimu ketangguhan sebagaimana Fatima Azzahra mengajari anaknya keteguhan hati. maafkan ibumu nak karena saat inilah ibumu belajar menjadi seorang ibu. Tidak banyak ilmu yang saya miliki sebagai calon ibu. saya sangat menyadarinya sekedar ilmu fiqh tentang najis pada bayi saja, saya baru mulai membacanya pada saat hamil, ilmu tentang pendidikan anak pun baru saya baca-baca, selebihnya yang terfikir dalam benak saya adalah bagaimana mempersiapkan hal-hal teknis menyambut kelahiran seperti popok, baju dan pernak-pernik lainnya. Saya memilih membelikannya kaset musik klasik, tapi saya kadang lupa membacakannya Al-Quran, lupa menyapanya termasuk lupa mendoakannya. Saya bahkan lebih sering khawatir apakah saya mampu menyekolahkannya kelak, apakah saya mampu membelikannya susu mahal yang katanya padat gizi itu. Terlewat dalam persiapan saya bagaimana jika nanti “Manusia kecil itu” bertanya “Allah dimana bunda?”, atau ” Allah itu siapa bunda?”

Duh. sudah begitu banyak kelalaian yang saya lakukan padahal ia belum lagi lahir kedunia ini, begitu banyak hal yang saya lewatkan tanpa sadar, sehingga keberadaanya begitu nyata, semakin berat…semakin terasa lelah..tanpa sadar keluhan itu terlontar dari bibir saya “Astagfirullah”

Saya jadi teringat bagaimana seorang Asma Binti Abubakar dengan hamil besarnya naik turun bukit mengantar makanan kepada Rasulullah SAW, hingga Rasulullah SAW memberinya penghargaan dengan sebutan “Si dua ikat pinggang” satu ikat pinggang untuk perutnya dan satu ikat pinggang lagi untuk makanan yang hendak diantarnya. “Dan Kami perintahkan kepada manusia terhadap dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. hanya kepada-Kulah kembalinya. Ya…ada lemah yang bertambah lemah dan senantiasa terus bertambah (Wahnan Ila wahnin) karena itu nak maafkan ibumu jika keberadaanmu malah membuat ibumu ini mengeluh, menjadikanmu alasan untuk sekedar bermalas-malasan. Inikah pendidikan yang akan aku berikan padamu kelak?setiap kita memang tidak bisa memilih darimana kita dilahirkan, apakah dari seorang wanita mulia seperti maryam, ataukah dari seorang wanita yang dianggap paling hina sekalipun. “Dari rahim siapapun kita dilahirkan Allah telah meletakkan fungsi fitrah itu secara sama. Karena itu nak… semoga engkau tidak berkecil hati lahir dari rahim ibumu yang sangat-sangat terbatas ilmunya, semoga kau tidak berkecil hati ketika ibumu ini tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kritismu tentang keberadaan Allah. juga dalam ketidakmampuan ibumu mengajarkan banyak ilmu agar kau betul-betul menjadi generasi Lil Mutaqiina imaaman. Maafkan juga jika dengan segala aktivitas dan rutinitas membuat ibumu kelak juga membentakmu dan memarahimu….bersamaan dengan akan dekatnya saat kelahiranmu nak!! maka maafkanlah terlebih dahulu ibumu ini dengan segala keterbatasan. Namun keberadaanmu sungguh melecut semangat bahwa kau adalah titipan yang wajib dijaga sebaik-baiknya. Kehadiranmu pula yang membuat ibumu sungguh-sungguh bergerak menata diri, demi memberikan teladan dan pendidikan yang cukup efektif padamu. bukankah manusia-manusia tangguh itu lahir dari rahim yang tangguh pula? lihatlah Ismail, lihatlah Hasan dan Husain,

Maka izinkanlah ibumu belajar darimu nak……!!!
By yanthie (Di kutip dari Hidayatullah)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: