Tanggal 26 juni 2004 kita berikrar bersama dihadapan Allah, untuk membina rumah tangga yang sakina mawaddah warahmah…membangun keuarga yang dilandasi cinta dan kasih sayang…tidak terasa waktu berlalu begitu cepat..5 tahun sudah kita hidup bersama, saling berbagi suka meski kadang terselip duka, saling melengkapi. bahagia..itu yang aku rasakan..(entah perasaanmu, aku berharap kamu juga merasakan hal yang sama), begitu banyak hal yang kita lewati berdua, kita pernah mengalami masa sulit, tapi dengan penuh keyakinan kita bisa melewatinya….kadang aku merasa hampir jatuh, tapi kau terus menggenggam tanganku..menutunku utuk bertahan, bersyukur aku memilikimu, dengan segala kedewasaanmu aku mampu melewati semuanya….sebagai manusia biasa terkadang ada keluh, terkadang ada rasa tidak puas, tapi kau terus meyakinkanku bahwa semua ada saatnya (Trimakasih ya Rabbi kau beri aku sesuatu yag berharga)..aku bersyukur memasuki tahun kelima pernikahan kami begitu banyak nikmat yang diberikan Allah pada kehidupan kami, meski sampai saat ini aku belum juga di karuniai seorang anak, tapi kau terus meyakinkanku bahwa ada rencana Allah buat kita, buat keluarga kita. pernah aku mengeluhkan hal ini, tapi kau membesarkan hatiku, katamu, Allah telah memberikan begitu banyak buat kita alangkah kerdilnya kita,ketika kita terus mengiba untuk meminta sesuatu yang belum di berikannya, kau berkata ‘ bersabarlah..maka Allah akan bersamaa orang-orang yang bersabar” aku menangis saat itu..begitu dewasanya kamu menyikapi ini, sementara aku…apa yang aku telah berikan buatmu…selama ini aku belum mampu memenuhi kewajibanku, selama ini terkadang masih terselip keluh…maafkan aku atas semua kekuranganku…aku berjanji aku akan berusaha terus untuk menjadi istri yang baik buatmu…aku berjanji utuk setia mendampingimu sampai akhir hayatku…aku mencintaimu dengan segenap jiwa…bimbing aku terus…jangan bosan mengingatkan aku jika aku salah

happy anniversary my husband..
semoga kita bisa menjadi keluarga yag sakinah mawaddah warahmah
luv u

Oleh: nthie | November 5, 2009

CATATAN PERTÂMAKU

untuk memulai sesuatu yang baru memang cukup berat apalagi yang berkaitan dengan dunia tulis menulis, meski cukup lama berkecimpung di dunia jurnalis tidak lantas membuat saya kebanjiran ide untuk menulis, yang ada saya malah buntu inspirasi…apalagi sudah sekian tahun sejak saya memilih berkarir sebagai pegawai negeri otomatis kegiatan yang berhubungan dengan dunia tulis menulis berhenti total…hasilnya adalah tulisan perdana saya diblog ini yang kacau balau,… tapi untuk kembali belajar tidak mengapa… semoga teman-teman bloger yang berkunjung ke blog ini memaklumi he..he..
yang membuat saya kembali termotivasi untuk belajar menulis adalah keinginan rekan-rekan tenaga pendidik (guru) yang begitu menggebu-gebu untuk membuat karya tulis ilmiah dalam upaya peningkatan mutu sebagai wahana untuk memacu diri menjadi tenaga pendidik yang berkualitas, …
keinginan keras para guru untuk menulis itulah yang membuat saya terpacu untuk terus belajar, apalagi tugas saya sebagai karyawan lembaga penjaminan mutu pendidikan membuat saya harus lebih keras memacu diri untuk bisa memberikan yang terbaik minimal untuk diri saya, keluarga saya dan anak-anak saya kelak…idealis memang…
untuk kembali memulai memang sangat sulit, berjam-jam melototin komputer gak ada satupun ide yang bisa tertuang dalam sebuah tulisan, padahal dalam kepala saya berjuta ide seakan ingin berebutan untuk keluar, begitu banyak hal yang ingin saya ungkapkan dalam sebuah tulisan, tentang perasaan saya, pekerjaan, rumah tangga keinginan-keinginan saya, bahkan hingga soal pendidikan dan politik serta situasi dan kondisi negara ini… tetapi apalah daya saya…semuanya hanya ada dikepala bego ini, tanpa mampu untuk diungapkan dalam sebuah tulisan.
ada sebuah buku menarik tentang cara belajar menulis yang membuat saya sedikit termotivasi, buku tersebut berjudul Quantum Writing karya Hernowo, isinya cukup ringan dan mudah dipahami, hanya berupa panduan-panduan menulis. Untuk penulis pemula saya sarankan untuk membaca buku ini…dalam buku tersebut dikatakan bahwa dalam belajar menulis tulis apa saja yang ingin kita tulis tanpa harus memikirkan, ejaan, tata bahasa dan teori penulisan, pelajaran itulah yang saya terapkan, walhasil tulisan ini begitu berantakan, alurnya melompat kemana-mana mohon dimaklumi), begitulah pembelajaran… yang penting kita bisa menata diri untuk terus menjadi yang lebih baik..
dalam blog ini mungkin saya akan lebih banyak memuat beberapa karya ilmiah teman-teman guru, dengan harapan teman-teman bloger yang berkunjung ke Blog ini bisa memberikan ide,masukan dan kritikan yang membangun bagi kemajuan pendidikan didaerah kita, khususnya di Sulawesi Tenga

Oleh: nthie | Agustus 8, 2008

ibu

Terlalu banyak yang ingin kutulis tentang ibu..
ini hanyalah sepenggal kisahku tentang ibuku..

Ibuku memang wanita perkasa, dilahirkan dari sebuah keluarga sangat sederhana, hidup penuh kesederhanaan, membuatnya tampak menjadi wanita luar biasa dimataku, aku bangga menjadi putrinya, sebagai manusia ibuku juga memiliki banyak kekurangan..kekurangan ibuku yang paling menonjol adalah pemarah dan cepat tersinggung, tapi aku bisa memakluminya, keadaanlah yang mungkin membuat ibuku begitu keras, sehingga terlihat seperti marah, mungkin itulah cara mengungkapkan perasannya… aku sayang ibuku, aku ingin ia bahagia..
sejak kecil ibu sudah merasakan pahitnya hidup, ditinggal ayahnya (kakekku) untuk menikah dengan wanita lain adalah pukulan terberat buat seorang anak, kakekku menikah lagi dan meninggalkan nenekku dengan lima orang anak yang masih kecil, apalagi kehidupan nenek sangat pas-pasan, untuk menghidupi lima orang anaknya nenekku harus kerja banting tulang mengolah kelapa untuk dijadikan kopra, hal yang berat buat seorang perempuan ringkih seperti nenek. ..meski demikian nenek masih bisa menyekolahkan ibuku walaupun hanya tamatan diniyah (SMP)..
kehidupan ibuku berubah setelah ayah menikahi ibu saat usianya 24 tahun. Di awal-awal pernikahan mungkin merupakan masa-masa cukup bahagia buat ibu, meskipun hanya sebagai pegawai rendahan dikantor kecamatan dengan gaji yang pas-pasan namun ayah masih dapat memenuhi kebutuhan ibu..
Namun itu tidak berlangsung lama..seiring waktu berlalu ibu melahirkan delapan orang anak, otomatis kebutuhan ekonomi keluarga ibu meningkat,
gaji bapak yang pas-pasan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan 10 kepala..apalagi kondisi ekonomi yang terus-terusan tidak menentu, ibu pernah bercerita pada ku, pada saat anak ketiga ibu lahir (kira-kira sekitar tahun 60an, kehidupan ekonomi keluarga mulai memburuk, makanan yang ada tidak mampu mencukupi mulut-mulut kecil kakakku yang selalu kelaparan, akhirnya ibu mengolah singkong liar yang tumbuh dihalaman rumah menjadi makanan pengganti nasi (dalam bahasa kami disebut jepa) namun setelah mengkonumsi makanan tersebut 3 orang kakakku termasuk ibu kerancunan, untungnya rumah kami saat itu tidak jauh dari rumah sakit sehingga bisa diobati segera. mendengar cerita ibu saya membayangkan bagaimana selanjutnya ibu membesarkan delapan orang anaknya…(ah..ibu kau memang wanita perkasa) aku tidak dapat membayangkan apajadinya kalau akau harus menjalani kehidupan seberat perjalanan ibu menghantar kami menjadi manusia…
Untuk memenuhi kebutuhan hidup bapak dan ibu terpaksa harus nyambi, bapakku berkebun dipekarangan yang tidak seberapa luas, sedangkan ibu membuat jajanan, dan kami yang menjajakan jajanan ibu, itu berlangsung sampai aku kelas 3 smp (aku adalah anak kedelapan ) saat aku kelas lima SD bapak meninggal dunia, ibuku tentunya sangat kehilangan, tidak ada lagi tempatnya tuk berbagi duka.. namun demi kami anak-anaknya ibu memendam seluruh kesedihannya, bersikap tegar meskipunaku sadari saat itu ibu begitu rapuh…
sepeninggal bapak kehidupan kami semakin sulit dengan pensun bapak yang tidak seberapa ibuku terus berjuang untuk bisa menyekolahkan kami meneruskan cita-cita dan amanat bapak agar dapat menyekolahkan kami. Setegar-tegarnya ibu dia juga hanya manusia biasa, kerapuhan terus menggerogotinya, aku juga kerap mendapati ibu menangis dalam shalatnya…(maafkan kami bu, kehadiran kami mungkin membuatmu menderita) untuk bisa memenuhi kebutuhan uang sekolah kami ibukku terpaksa harus mengangunkan pensiun bapak ke bank, ini berlangsung sampai aku selesai kuliah………Bersambung
meski demikian ibu tidak pernah berputus asa,..ia terus memacu kami untuk terus sekolah meski dalam keprihatinan, untunglah…pada saat aku mulai kuliah beberapa orang kakakku sudah mulai kerja, kakak yang tertua menikah pada umur 16 tahun, sehingga tidak dapat membantu banyak keuangan kami, diusianya yang masih begitu muda, kakak juga harus menghidupi keluarganya,..meskipun kakakku sudah mulai bekerja, tidak lantas membuat keuangan ibu berubah, ibu tetap banting tulang bekerja keras…prinsip ibu yang selalu aku ingat bahwa ia tidak pernah mau untuk tergantung pada siapapun, meski itu anak-anaknya sendiri. kehidupan ini berlangsung terus sampai kami selesai kuliah..
namun satu yang aku syukuri hingga kini..ibu masih dapat menikmati semua jerih payahnya selama ini, dihari tuanya (sekarang ibu berumur 78) ibuku dapat melihat anak-anaknya hidup mandiri meski tidak dibilang berkecukupan. sekarang ibu bisa hidup tenang diantara anak dan cucu-cucunya, uang pensiun ayah dapat dinikmati ibu sepenuhnya, kami anak-anak iu juga selalu ingin memenuhi semua keinginan ibu, terutama aku..aku ingin dimasa tuanya ibu bahagia…, aku juga sangat bersyukur kami mampu memenuhi satu keinginan ibu yang begitu diidam-idamkannya, yakni naik haji…aku melihat begitu bahagianya ibu ketika kami memberitahukan kejutan ini padanya. Ibu hampir tak percaya..karena selama ini ibu menganggap keinginannya mustahil, tetapi tahun 2006 kemarin keinginan ibu itu terwujud, yah..mungkin ini hadiah terindah Allah buat semua perjuangan ibu..dan aku yakin Bapak bisa melihat semua ini dengan bahagia

melalui tulisan ini “aku anakmu” mengucapkan beribu trima kasih untukmu
karena dengan perjuanganmu yang tidak kenal lelah aku menjadi yang sekarang ini
i love you mam

Oleh: nthie | Agustus 6, 2008

Tulisan Buat Bapakku

“Perjalanan hidup memang sangatlah berat
tuk melepas beban yang begitu mengikat”
Sepenggal lagu ST 12 ini mengingatkan aku pada perjalanan hidupku, dilahirkan dari keluarga besar sederhana, membuat aku harus hidup prihatin. Sejak kecil, begitu banyak keinginan masa kecilku yang hanya bisa aku pendam dalam hati karena ketidak mampuan ekonomi untuk bisa memenuhi semua kinginan keccil itu. Dibesarkan disebuah kampung pesisir kecil diwilayah ujung timur sulawesi tengah, membuat aku begitu akrab dengan laut.
Meskipun orang tuaku bukanlah nelayan tetapi aku tidak asing dengan kehidupan laut,seperti kebanyakan anak-anak nelayan lainnya masa kecilku kuhabiskan dengan bermain dilaut, memancing, mancari kerang, bertani rumput laut atau sekedar bermain pasir adalah permainan kami saat kecil,
Seperti telah aku ceritakan di atas meski hidup ditengah-tengah kampung nelayan, mata pencaharian orangtuaku bukanlah nelayan, bapak adalah seorang pegawai rendahan dikantor kecamatan, sementara ibu seorang ibu rumah tangga biasa, dengan gaji pas-pasan orang tuaku menghidupi delapan orang anaknya. Mengingat perjuangan bapak hingga kini aku masih sering menangis, sampai akhir hayatnya bapak harus menjalani hidup dengan penuh keprihatinan. Yang membuat aku bangga dengan bapak adalah keinginan kuatnya untuk dapat menyekolahkan kedelapan anaknya meski harus banting tulang kerja keras agar bisa membiayai sekolah kami,
ada pesan bapak yang terus menjadi motivasiku hingga kini bahkkan untuk memotivasi anak-anakku kelak, “bapak tidak punya apa-apa untuk ditinggalkan, tidak punya warisan, tidak punya harta, yang bapak bisa lakukan adalah menyekolahkan kalian sampai usaha terakhir bapak, karena itu bekal yang bapak bisa berikan untuk kehidupan kalian kelak tinggal bagaimana kalian bisa memanfaatkan itu semua”, perkqtaan itu terus meneruss yang bapak lakukan ketika terkadang kita malas untuk sekolah.
dan ternyata bapak memang benar. 20 tahun setelah kepergian bapak mengahdap Ilahi, kami kedelapan anak-anaknya bisa hidup mandiri, meski tidak mewah tetapi kami telah bisa hidup berkecukupan.
Aku terkadang menyesali kenapa bapak begitu cepat pergi sebelum bisa menikmati hasil kerja kerasnya, tapi Allah maha adil, pada saat aku menjalani kehidupanku sepeninggal bapak dengan kehidupan yang cukup keras untuk bisa menggapai semua angan dan cita-citaku, dan cita-cita bapak, bapak sudah dapat beristirahat dengan tenang di haribaanNya, tanpa harus pusing untuk memikirkan biaya sekolah kami, sudah cukup perjuangan bapak selama ini, kerja keras yang ia lakukan setiap hari tanpa kenal lelah tidak sedikitpun dapat dinikmatinya dengan tenang, tapi aku yakin, saat ini bapak bangga dapat melihat anak-anaknya bisa hidup layak dari perjuangannya. Saat ini hanya dapat memanjatan beribu do’a semoaga Allah yang Maha Sempurna bisa memberikan tempat yang layak disisNya, bisa membalas semua perjuangan bapak sebgai bentuk tanggung jawabnya pada keluarganya, karena aku yakin dengan Janji Allah untuk bisa menerima amalan bapak mellui do’a tulus dari anak-anaknya.
Dibagian lain aku akan bercerita tentang perjuangan ibuku meneruskan cita-cita bapak untuk bisa membesarkan kami dan mengantarkan kami untuk menggapai cita-cita

I Luv U Dad,
Sampai kapanpun aku selalu menintaimu, engkau adalah guru pertama yang mengajarkan aku tentang kehidupan selain ibuku,
Semoga disisi Ilahi Rabbi engkau mendaptkan tempat terindah
karena aku yakin perjuanganmu mengantarkan kami untuk bisa menjadi manusia seutuhnya adalah jihad terindah
amiin

YA..ALLAH tunjukkanlah padaku kebenaran itu sebagai kebenaran lalu aku mengikutinya, tunjukkanlah padaku kemungkaran itu sebagai kemungkaran lalu berilah aku kekuatan untuk menjauhinya, lindungilah aku dari perkara yang samar bagiku, lalu kami mengikuti hawa nafsu tanpa mendapatkan petunjuk dariMu. Jadikanlah hawa nafsuku mengikuti ketaatan kepadaMu. Ambillah keridha’an diri-Mu dari diriku dalam kesehatan. Tunjukkanlah kepadaku kebenaran pada hal-hal yang masih dipertentangkan dengan izinmu. Sesungguhnya Engkau maha pemberi petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki kejalan yang lurus.. Amiin

Oleh: nthie | Juni 17, 2008

ANAKKU

Akhirnya…ya akhirnya utuhlah saya sebagai wanita, rasa bahagia dan amazing (luar biasa) begitu memuncak tatkala mendapati bulan-bulan berlalu tanpa mendapati “tamu bulanan” khas wanita.

ya.. saya hamil, suatu yang selama ini hanya saya dengar dari cerita ibu dan teman-teman sesama wanita, pun suatu hal yang selama ini saya anggap lumrah terjadi pada makhluk Allah SWT bernama wanita. Sesuatu yang sudah biasa terjadi, namun bagi saya menjadi suatu hal yang teramat luar biasa. Tak habis dalam fikiran saya bagaimana mungkin rahim yang sedemikan sempit ini bisa tumbuh sedikit demi sedikit, perlahan-lahan menjadi tempat hidup seorang calon manusia. bahkan selama sembilan bulan si calon manusia itu hidup nyata didalamnya. darinya lahir generasi penerus kehidupan.

Dibulan pertama sampai ketiga sicalon manusia itu terasa tenang. saya bertanya-tanya proses apa yang terjadi padanya saat ini. hingga kadang-kadang perut jadi mual, muntah-muntah, mudah lelah dan lain sebagainya. Bahkan seringkali diringi permintaan yang aneh-aneh “ngidam” namanya sebuah proses yang sering tidak bisa dijabarkan secara ilmiah. apalagi jika ngidamnya super aneh. dan semuanya diatasnamakan “bawaan sibayi” Benarkah demikian? “Duh maafkan ibumu nak, jika keberadaanmu sering dikambinghitamkan atas permintaan yang aneh-aneh itu”

Pada bulan keempat ada sesuatu yang mendebarkan, saya menantisaat-saat istimewa pada bulan ini, bukankah pada bulan keempat ini Allah membuat perjanjian berat dengan manusia? “Dan ingatlah ketika Tuhan-Mu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari Zulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman “Bukankah Aku Tuhanmu?, mereka menjawab “Betul (engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Kami lakukan yang demikian ini agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan “Sesungguhnya kami bani adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Ke-esaan Tuhan)” Q.S Al-A’raf -127

Hati saya bergidik ngeri, nak…! begitu agung dan berat perjanjian yang kau buat dengannya diusiamu yang sedemikian dini. dan perjanjian itu menjadi amanah besar bagi ibumu, bagi ayahmu, bagi kami kedua orang tuamu. “Tidaklah anak yang dilahirkan itu kecuali telah membawa fitrah (Kecenderungan untuk percaya kepada Allah) Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikan anak tersebut beragama yahudi, nasrani atau majusi (Riwayat Bukhari-Muslim)

Inilah amanat berat itu nak…..Sungguh kau adalah calon manusia yang berhak mengetahui kebenaran, kau adalah calon manusia yang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. tapi…mampukah ibumu ini memberikanmu kelak?.. mampukah ibumu ini membimbingmu nanti?, oleh karena itu maafkan ibumu nak, jika dengan segala keterbatasan ilmu yang ibu miliki tidak cukup bisa mengajarimu ketangguhan sebagaimana Fatima Azzahra mengajari anaknya keteguhan hati. maafkan ibumu nak karena saat inilah ibumu belajar menjadi seorang ibu. Tidak banyak ilmu yang saya miliki sebagai calon ibu. saya sangat menyadarinya sekedar ilmu fiqh tentang najis pada bayi saja, saya baru mulai membacanya pada saat hamil, ilmu tentang pendidikan anak pun baru saya baca-baca, selebihnya yang terfikir dalam benak saya adalah bagaimana mempersiapkan hal-hal teknis menyambut kelahiran seperti popok, baju dan pernak-pernik lainnya. Saya memilih membelikannya kaset musik klasik, tapi saya kadang lupa membacakannya Al-Quran, lupa menyapanya termasuk lupa mendoakannya. Saya bahkan lebih sering khawatir apakah saya mampu menyekolahkannya kelak, apakah saya mampu membelikannya susu mahal yang katanya padat gizi itu. Terlewat dalam persiapan saya bagaimana jika nanti “Manusia kecil itu” bertanya “Allah dimana bunda?”, atau ” Allah itu siapa bunda?”

Duh. sudah begitu banyak kelalaian yang saya lakukan padahal ia belum lagi lahir kedunia ini, begitu banyak hal yang saya lewatkan tanpa sadar, sehingga keberadaanya begitu nyata, semakin berat…semakin terasa lelah..tanpa sadar keluhan itu terlontar dari bibir saya “Astagfirullah”

Saya jadi teringat bagaimana seorang Asma Binti Abubakar dengan hamil besarnya naik turun bukit mengantar makanan kepada Rasulullah SAW, hingga Rasulullah SAW memberinya penghargaan dengan sebutan “Si dua ikat pinggang” satu ikat pinggang untuk perutnya dan satu ikat pinggang lagi untuk makanan yang hendak diantarnya. “Dan Kami perintahkan kepada manusia terhadap dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. hanya kepada-Kulah kembalinya. Ya…ada lemah yang bertambah lemah dan senantiasa terus bertambah (Wahnan Ila wahnin) karena itu nak maafkan ibumu jika keberadaanmu malah membuat ibumu ini mengeluh, menjadikanmu alasan untuk sekedar bermalas-malasan. Inikah pendidikan yang akan aku berikan padamu kelak?setiap kita memang tidak bisa memilih darimana kita dilahirkan, apakah dari seorang wanita mulia seperti maryam, ataukah dari seorang wanita yang dianggap paling hina sekalipun. “Dari rahim siapapun kita dilahirkan Allah telah meletakkan fungsi fitrah itu secara sama. Karena itu nak… semoga engkau tidak berkecil hati lahir dari rahim ibumu yang sangat-sangat terbatas ilmunya, semoga kau tidak berkecil hati ketika ibumu ini tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kritismu tentang keberadaan Allah. juga dalam ketidakmampuan ibumu mengajarkan banyak ilmu agar kau betul-betul menjadi generasi Lil Mutaqiina imaaman. Maafkan juga jika dengan segala aktivitas dan rutinitas membuat ibumu kelak juga membentakmu dan memarahimu….bersamaan dengan akan dekatnya saat kelahiranmu nak!! maka maafkanlah terlebih dahulu ibumu ini dengan segala keterbatasan. Namun keberadaanmu sungguh melecut semangat bahwa kau adalah titipan yang wajib dijaga sebaik-baiknya. Kehadiranmu pula yang membuat ibumu sungguh-sungguh bergerak menata diri, demi memberikan teladan dan pendidikan yang cukup efektif padamu. bukankah manusia-manusia tangguh itu lahir dari rahim yang tangguh pula? lihatlah Ismail, lihatlah Hasan dan Husain,

Maka izinkanlah ibumu belajar darimu nak……!!!
By yanthie (Di kutip dari Hidayatullah)

Oleh: nthie | Juni 12, 2008

NAMAKU PEREMPUAN

Akulah perempuan…yang dilahirkan oleh seorang perempan, perempuan itu cantik bak bunga merona idesanya. dan seorang pria telah beruntung dapat meminangnya, bapak itu adalah panggilan pria itu selama hidupnya…

Akulah perempuan…yang ditimang-timang oleh seorang perempuan yang perempuan itu menjadi kepala keluarga perjuangannya untuk tetap bertahan  luar biasa, tak kenal lelah ia bertahan

Akulah perempuan …yang dibesarkan oleh seorang perempuan, yang ketika perempuan itu kudapati mengucurkan air mata, kutanya kenapa?…ia menggelengkan kepalanya. Kutanya lagi “Ada Apa?” dia tunjukkan kelingkingnya yang patah dan urat-urat yang menipis dikelingking kecil itu

Akulah perempuan…yang dijaga oleh seorang perempuan yang ketika perasaan perempuan itu tak terjaga ketika perpisahan hampir terjadi diantaranya, maka ku ambil pisau dan kukatakan “Bunuhlah aku dulu, kemudian berpisahlah

Akulah perempuan…yang dihidupi oleh seorang perempuan, yang ketika perempuan itu merasa lelah dan tenggelam dalam lautan sumpah serapah maka akulah yang menggandeng keinginannya untuk berpisah.

Akulah perempuan…yang melahirkan tiga anak perempua yang karena ketiganyalah aku menjadi perempuan yang berjuang untuk merekalah aku makin menjadi perempuan, yang tak dapat kubayangkan perpisahan dengan ketiganya tapi pasti itu akan datang dan akan hadir banyak perempuan… dan banyak lagi perempuan…

ya.. akulah perempuan…akulah perempuan…ya..namaku perempuan

disadur dari kumpulan puisi aku perempuan karya “Ratih Sanggarwati”

Oleh: nthie | Juni 11, 2008

RUMAH ILALANG

Peluh tercipta sebaris senyum, senyum berpeluh adalah sempurna, sempurna adalah peluh selagi senyum. Cinta dan peluh ditakdirkan saling berbagi, karena cinta sejati terkucur dari peluh yang gugur.

Seorang gelandangan terbangun dimalam kelam merasakan titis hujan memasuki badan, namun ia tak merasa kedinginan sebab hujan berkata padanya aku cinta padamu

Tiba-tiba rumpun ilalang itu terbang kelangit, lalu bersatu menjadi pagar, menjadi jendela, pintu, atap dan bale-bale. ilalang itu pun berteriak ini rumah ilalang…! ini rumah ilalang….

Ada yang bertanya apa arti cinta, kau boleh menjawab, getar yang membara didalam jiwa, perasaan merindu dipersada kalbu, atau…derak yang patah saat kandas, namun aku akan menjawab “cinta adalah sesautu yang membuatku ada” Jika aku jatuh cinta aku tidak akan bertanya pada bulan juga pada bintang, apalagi pada matahari.

Aku hanya akan bertanya pada senyumku “Apakah ia telah melengkung sempurna?”

…Hari ini aku mencatat berapa kali ia berkata “Aku Cinta Padamu” ternyata tak terbatas. ia berkata lewat udara, air, kebahagiaan, kepak sayap burung diangkasa, untaian butir padi yang bernas….lewat segalanya yang tercurah padaku, namun aku hanya terpaku dungu

Oleh: nthie | Juni 10, 2008

Diproteksi: CINTA KITA

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Oleh: nthie | Mei 22, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori